Langsung ke konten
Portal Berita Terpercaya Indonesia Friday, 16 October 2026
Umum

Pemerintah dan UNP Perkuat UMKM Kuliner Melalui MASAMO 2026

Oleh · 07 Sep 2026, 04:34 · 6 menit baca

Pemerintah dan UNP Perkuat UMKM Kuliner Melalui MASAMO 2026

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Fakultas Pariwisata dan Perhotelan (FPP) Universitas Negeri Padang (UNP), UPT Diklat dan Sertifikasi UNP, serta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Padang untuk menggelar program "Ekraf Peduli x Masak Bersama Master" (MASAMO) 2026. Inisiatif berskala besar ini diselenggarakan di lingkungan kampus Universitas Negeri Padang sebagai upaya konkret dalam mengakselerasi pertumbuhan sektor ekonomi kreatif, khususnya pada bidang kuliner yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal Sumatera Barat. Program ini menjadi magnet bagi lebih dari 100 pelaku UMKM dan insan kreatif untuk menimba ilmu serta memperluas jejaring bisnis yang berkelanjutan.

Program MASAMO 2026 bukan sekadar pelatihan memasak biasa. Ia dirancang secara komprehensif sebagai wadah peningkatan kapasitas bagi pelaku usaha melalui tiga pilar utama: inovasi produk berbasis potensi lokal, penguatan manajemen usaha yang modern, serta peningkatan daya saing di pasar global. Di tengah dinamika pasar yang semakin kompetitif, UMKM kuliner dituntut untuk tidak hanya mampu memproduksi makanan yang lezat, tetapi juga memiliki tata kelola bisnis yang efisien, kemasan yang menarik, serta strategi pemasaran digital yang efektif. Melalui kolaborasi ini, peserta diajak untuk membedah potensi bahan baku lokal menjadi komoditas bernilai tambah tinggi yang mampu bersaing dengan produk dari luar daerah.

Pelaksanaan kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan tingkat nasional dan daerah. Acara pembukaan dan rangkaian kegiatan dihadiri oleh jajaran petinggi Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Rektor UNP, Wakil Rektor UNP Bidang SDM dan Inovasi, jajaran Dekanat FPP UNP, Kepala UPT Diklat dan Sertifikasi UNP, Sekretaris Daerah Kota Padang, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Barat. Kehadiran para pengambil kebijakan ini menegaskan bahwa pengembangan UMKM adalah prioritas kolektif yang membutuhkan sinergi lintas sektoral, mulai dari pemerintah pusat yang menyediakan kebijakan, perguruan tinggi yang menyediakan kepakaran, hingga pemerintah daerah yang memfasilitasi ekosistem bisnis di lapangan.

Rangkaian kegiatan MASAMO 2026 dilaksanakan dalam dua gelombang, yakni pada tanggal 1 dan 3 September 2026. Format pelatihan dibuat sangat intensif dengan memadukan sesi teori dan praktik langsung di laboratorium kuliner FPP UNP yang berstandar internasional. Pada sesi praktik, para peserta dibimbing langsung oleh para pakar kuliner dan praktisi profesional untuk mengeksplorasi teknik pengolahan makanan inovatif. Mereka tidak hanya diajarkan cara memasak, tetapi juga cara melakukan standardisasi resep agar kualitas produk tetap terjaga meski diproduksi dalam skala besar. Sementara itu, pada sesi pengembangan bisnis, para peserta mendapatkan materi mengenai manajemen arus kas, strategi penetapan harga, hingga teknik branding agar produk kuliner lokal mampu memiliki identitas yang kuat di benak konsumen.

Kehadiran UNP sebagai mitra strategis dalam program ini memberikan nilai tambah yang signifikan. Sebagai institusi pendidikan tinggi, UNP menempatkan diri sebagai "kampus berdampak" yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga aktif memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. Dengan menyediakan fasilitas laboratorium yang mumpuni serta tenaga pengajar yang ahli di bidangnya, UNP menjadi jembatan bagi para pelaku UMKM untuk mengakses teknologi dan ilmu pengetahuan terkini yang selama ini mungkin sulit dijangkau oleh pelaku usaha kecil. Hal ini selaras dengan misi universitas untuk menjadi agen perubahan yang mampu memberdayakan potensi ekonomi daerah.

Salah satu fokus utama dalam MASAMO 2026 adalah digitalisasi usaha. Di era ekonomi kreatif saat ini, produk kuliner yang unggul harus mampu menembus pasar digital. Oleh karena itu, para peserta juga dibekali dengan pengetahuan mengenai cara memanfaatkan platform e-commerce dan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar. Pelaku UMKM didorong untuk mulai beralih dari model pemasaran konvensional menuju sistem pemasaran yang berbasis data dan interaksi digital, sehingga mereka mampu menangkap peluang di pasar yang lebih luas, bahkan hingga ke pasar nasional maupun internasional.

Dampak jangka panjang dari program ini diharapkan dapat melahirkan wirausahawan kuliner yang tangguh. Kreativitas yang selama ini hanya berkembang di dapur rumah tangga diharapkan mampu bertransformasi menjadi unit bisnis profesional yang bernilai tambah tinggi. Dengan adanya pendampingan berkelanjutan dari pemerintah dan perguruan tinggi, para pelaku UMKM diharapkan mampu mengatasi kendala-kendala klasik seperti sulitnya akses permodalan, lemahnya manajemen keuangan, dan kurangnya inovasi produk. MASAMO 2026 menjadi titik awal bagi banyak pelaku usaha untuk melakukan lompatan besar dalam mengembangkan bisnis mereka agar lebih berdaya saing dan berkelanjutan.

Secara lebih luas, penyelenggaraan MASAMO 2026 ini juga merupakan bentuk nyata dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pertama, kegiatan ini berkontribusi langsung pada SDGs nomor 8, yaitu Decent Work and Economic Growth. Melalui penguatan kapasitas UMKM, peningkatan produktivitas, serta pengembangan usaha kuliner yang berkelanjutan, program ini secara tidak langsung membantu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Pelaku UMKM yang sukses akan mampu menyerap tenaga kerja lokal, yang pada gilirannya akan mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sumatera Barat.

Kedua, kegiatan ini juga merepresentasikan perwujudan SDGs nomor 17, yaitu Partnerships for the Goals. Keberhasilan program ini bergantung pada kemitraan yang solid antara pemerintah pusat, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan sektor swasta. Sinergi ini membuktikan bahwa ketika berbagai elemen bangsa bekerja sama dalam satu tujuan, kendala-kendala pembangunan dapat diatasi dengan lebih efektif. Model kolaborasi seperti ini diharapkan dapat direplikasi di sektor-sektor ekonomi kreatif lainnya, sehingga ekosistem bisnis di Indonesia, khususnya di Sumatera Barat, dapat tumbuh dengan lebih sehat dan inklusif.

Bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Kota Padang, program ini menjadi instrumen penting dalam mempromosikan wisata kuliner sebagai salah satu daya tarik utama daerah. Kuliner adalah identitas budaya yang sangat kuat di Sumatera Barat. Dengan meningkatkan kualitas produk kuliner UMKM melalui standar MASAMO, daerah ini akan semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata kuliner unggulan di Indonesia. Produk-produk yang dihasilkan tidak hanya akan dinikmati oleh warga lokal, tetapi juga menjadi buah tangan yang layak dibeli oleh wisatawan, sehingga memberikan efek ganda bagi pertumbuhan ekonomi pariwisata daerah.

Sebagai kesimpulan, MASAMO 2026 adalah bukti nyata bahwa kolaborasi adalah kunci kemajuan ekonomi kreatif. Pemerintah dan UNP telah memberikan contoh bagaimana sebuah sinergi harus dibangun demi kepentingan masyarakat luas. Melalui pendidikan, pelatihan, dan dukungan fasilitas, para pelaku UMKM kuliner di Sumatera Barat kini memiliki bekal yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan masa depan. Dengan semangat inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan UMKM kuliner lokal dapat naik kelas, menjadi pemain utama di pasar nasional, dan terus memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia secara keseluruhan. Program ini akan menjadi catatan sejarah penting dalam upaya pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas yang berlandaskan pada keahlian dan inovasi.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *