Langsung ke konten
Portal Berita Terpercaya Indonesia Tuesday, 20 October 2026
Umum

Audiensi dengan Komunitas HOPE, Fadly Amran Dukung Penuh Gelaran Marandang 2026

Oleh · 6 jam lalu · 6 menit baca

Audiensi dengan Komunitas HOPE, Fadly Amran Dukung Penuh Gelaran Marandang 2026

Wali Kota Padang, Fadly Amran, secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan ajang "Marandang 2026" yang digagas oleh komunitas House of Padang Entrepreneur (HOPE) di bawah binaan Balai Diklat Industri (BDI) Padang. Pertemuan yang berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Padang pada Senin (19/10/2026) ini menjadi tonggak penting bagi kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan penggerak ekonomi kreatif lokal. Acara akbar tersebut dijadwalkan berlangsung pada 11 hingga 13 Desember 2026 dan akan dipusatkan di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, sebuah ruang publik yang kini menjadi episentrum kreativitas anak muda di Kota Padang.

Dalam audiensi tersebut, hadir mendampingi Wali Kota antara lain Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Padang, Ferri Erviyan Rinaldy; Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yenni Yuliza; serta Ketua Tim Acara Marandang 2026, Mutiara Dwi Zonal. Diskusi hangat ini menyoroti betapa krusialnya keberadaan wadah yang mampu mempertemukan berbagai komunitas lintas sektor untuk menciptakan efek domino bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di ibu kota Provinsi Sumatera Barat ini. Fadly Amran menekankan bahwa potensi besar yang dimiliki oleh komunitas-komunitas lokal akan sia-sia jika tidak difasilitasi dengan ruang interaksi yang memadai.

Menurut pandangan Fadly Amran, ekonomi kreatif bukan sekadar tentang produk yang dihasilkan, melainkan tentang ekosistem yang dibangun melalui kolaborasi. Pemerintah Kota Padang di bawah kepemimpinannya telah menaruh perhatian besar pada penyediaan fasilitas pendukung. Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, yang menjadi lokasi acara, adalah bukti konkret komitmen pemerintah untuk memfasilitasi ide-ide segar. Namun, ia menyadari bahwa fasilitas fisik saja tidak cukup. Dibutuhkan manajemen yang berkelanjutan dan pembenahan terus-menerus agar Youth Center mampu berfungsi lebih dari sekadar gedung pertemuan, yakni sebagai "inkubator" bagi inovasi yang lahir dari perpaduan antarkomunitas.

Lebih jauh, Fadly menjelaskan bahwa keberhasilan suatu kota di masa depan sangat ditentukan oleh kemampuannya mengelola kreativitas warganya. "Kita akan terus melakukan pembenahan terhadap Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center ini sehingga dapat semakin optimal dimanfaatkan sebagai ruang kreativitas, kolaborasi, dan pengembangan potensi komunitas di Kota Padang," tegasnya. Baginya, Marandang 2026 bukan sekadar ajang pameran, melainkan sebuah momentum untuk memperkuat jejaring sosial dan profesional antar pelaku kreatif. Dengan saling mengenal dan bertukar pengalaman, komunitas dapat menemukan cara-cara baru yang lebih efektif dalam mengembangkan aktivitas mereka, baik dari sisi manajemen organisasi maupun pemasaran produk.

Selain fokus pada pengembangan komunitas, acara Marandang 2026 ini memiliki relevansi yang sangat kuat dengan visi besar Pemerintah Kota Padang dalam memajukan sektor gastronomi. Sebagaimana diketahui, kuliner Minangkabau adalah aset budaya yang tak ternilai harganya. Fadly Amran dengan ambisius membawa misi besar agar Kota Padang dapat diakui oleh dunia melalui jaringan UNESCO Creative Cities Network (UCCN) pada kategori gastronomi. Proses penilaian yang sedang berjalan di tingkat nasional ini memerlukan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat, terutama komunitas kreatif yang menjadi garda terdepan dalam menjaga keaslian sekaligus melakukan inovasi pada produk kuliner lokal.

Kolaborasi dalam Marandang 2026 diharapkan mampu menjadi salah satu instrumen promosi yang efektif bagi potensi gastronomi Kota Padang. Fadly berharap, melalui kreativitas komunitas yang akan ditampilkan dalam acara tersebut, kekayaan kuliner lokal tidak hanya dikenal di level nasional, tetapi juga memiliki daya saing internasional. "Kami mohon dukungan dari para pelaku ekonomi kreatif, komunitas, dan seluruh masyarakat agar upaya ini dapat berjalan dengan baik. Kolaborasi seluruh pihak sangat dibutuhkan untuk memperkuat potensi gastronomi serta memperkenalkan kekayaan kuliner Kota Padang ke tingkat nasional maupun internasional," lanjut Fadly dengan nada optimis.

Di sisi lain, Ketua Tim Acara Marandang 2026, Mutiara Dwi Zonal, memaparkan bahwa konsep acara ini dirancang untuk mendobrak batasan-batasan sektoral antar komunitas. Selama ini, banyak komunitas di Padang cenderung bergerak secara eksklusif atau berjalan sendiri-sendiri. Mutiara melihat adanya urgensi untuk menciptakan ruang pertemuan yang cair, di mana komunitas seni, teknologi, kuliner, hingga pendidikan bisa bertemu dalam satu frekuensi. Gagasan ini lahir dari keprihatinan terhadap isu regenerasi di tubuh komunitas. Banyak komunitas yang stagnan karena kurangnya paparan terhadap ide baru dan sulitnya menjaring anggota baru yang potensial.

Marandang 2026 hadir sebagai solusi atas masalah tersebut. Dengan mengusung semangat "Merandang" (proses memasak rendang yang memerlukan waktu lama dan kesabaran), Mutiara ingin menanamkan filosofi bahwa pertumbuhan komunitas yang sehat membutuhkan proses, konsistensi, dan sinergi yang kuat. "Kegiatan ini menjadi ruang terbuka bagi komunitas untuk memperkenalkan potensi sekaligus membangun jejaring dengan komunitas lainnya. Kami mengajak seluruh teman-teman komunitas yang ada di Padang untuk bergabung bersama dalam Marandang 2026," ajak Mutiara. Ia menambahkan bahwa setiap komunitas nantinya akan diberikan panggung untuk menunjukkan karya, kegiatan, dan karakter unik mereka kepada publik.

Dengan konsep ini, masyarakat luas dapat lebih mengenal apa saja yang dilakukan oleh komunitas-komunitas di Padang. Hal ini secara langsung akan mempermudah regenerasi, karena orang-orang yang memiliki minat atau ketertarikan serupa dapat langsung menemukan wadah yang tepat. Keberagaman bidang yang ada di setiap komunitas akan menjadi kekuatan utama dalam menciptakan ekosistem yang dinamis. Jika komunitas-komunitas ini saling terhubung, maka potensi untuk menciptakan proyek kolaborasi berskala besar akan semakin terbuka lebar. Hal inilah yang ingin dicapai melalui acara yang akan digelar pada bulan Desember mendatang.

Pemerintah Kota Padang sendiri melihat Marandang 2026 sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat identitas kota sebagai pusat industri kreatif. Dengan dukungan dari BDI Padang, diharapkan standar kegiatan yang dihasilkan nantinya tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang nyata bagi para pelaku usaha di dalamnya. Sinergi antara pemerintah sebagai fasilitator, BDI sebagai pembina, dan komunitas sebagai penggerak, merupakan formula ideal yang sedang diupayakan oleh Fadly Amran.

Lebih jauh, keberadaan Youth Center sebagai lokasi acara juga diharapkan dapat memicu semangat bagi komunitas lain untuk lebih aktif berkegiatan. Ketika sebuah acara berhasil diselenggarakan dengan sukses di sana, hal itu akan menumbuhkan rasa kepemilikan dan kebanggaan bagi komunitas-komunitas lokal. Fadly Amran percaya bahwa kota yang hidup adalah kota yang warganya aktif berinteraksi di ruang-ruang publik. Ia berharap Marandang 2026 akan menjadi titik awal dari berbagai kolaborasi berkelanjutan yang akan mewarnai dinamika Kota Padang ke depannya.

Sebagai penutup, seluruh pihak yang terlibat dalam audiensi sepakat bahwa kesuksesan Marandang 2026 bukan hanya diukur dari banyaknya jumlah pengunjung yang hadir, melainkan dari sejauh mana kolaborasi yang terbangun dapat memberikan dampak jangka panjang. Setelah acara usai, diharapkan terbentuk jaringan komunitas yang lebih solid, ide-ide kreatif yang lebih matang, dan pemahaman yang lebih dalam mengenai posisi Kota Padang di kancah dunia melalui jalur gastronomi. Dengan semangat kebersamaan yang terus dipupuk, Kota Padang diyakini akan semakin tangguh dalam menghadapi tantangan zaman, sekaligus tetap memegang teguh identitas budayanya.

Melalui dukungan penuh dari Pemerintah Kota Padang, acara ini diharapkan mampu menjadi ajang percontohan bagi kota-kota lain dalam mengelola komunitas kreatif. Langkah strategis Fadly Amran dalam merangkul komunitas HOPE menunjukkan bahwa pemerintah tidak lagi berperan sebagai regulator semata, melainkan sebagai mitra strategis bagi anak muda dan penggerak ekonomi kreatif. Dengan segala persiapan yang matang dan visi yang selaras, Marandang 2026 siap menjadi momentum bersejarah bagi kebangkitan komunitas kreatif di Kota Padang, membawa angin segar bagi perkembangan ekonomi, sosial, dan budaya kota yang kita cintai ini menuju tahun 2026 yang penuh dengan peluang.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *