Langsung ke konten
Portal Berita Terpercaya Indonesia Friday, 16 October 2026
Umum

23 Nagari di Kabupaten Solok Gelar Pilwana Serentak: Momentum Demokrasi Akar Rumput

Oleh · 09 Sep 2026, 18:06 · 4 menit baca

23 Nagari di Kabupaten Solok Gelar Pilwana Serentak: Momentum Demokrasi Akar Rumput

Pesta demokrasi tingkat nagari kembali menggema di Kabupaten Solok. Sebanyak 23 nagari di wilayah tersebut secara serentak melaksanakan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) pada Rabu (9/9/2026). Proses pemungutan suara berlangsung di berbagai Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang telah disiapkan secara matang oleh Panitia Pemilihan Wali Nagari (P2WN) di masing-masing wilayah, mencerminkan semangat partisipasi aktif masyarakat dalam menentukan arah pembangunan di tingkat pemerintahan terkecil.

Adapun 23 nagari yang melaksanakan hajat besar ini meliputi Nagari Panyakalan, Gantung Ciri, Simanau, Batu Bajanjang, Salimpek, Alahan Panjang, Aie Dingin, Lolo, Surian, Kampuang Batu Dalam, Aia Luo, Kinari, Bukik Tandang, Muaro Paneh, Paninggahan, Kuncie, Sibarambang, Paninjauan, Sulik Aie, Jawi-Jawi, Batang Baruih, Koto Sani, hingga Nagari Aripan. Wilayah-wilayah ini menjadi sorotan utama karena antusiasme warga yang terlihat sejak pagi hari di TPS masing-masing.

Untuk menjamin kelancaran dan integritas proses pemilihan, Pemerintah Kabupaten Solok melakukan pengawasan ketat. Tim monitoring lintas sektoral diterjunkan langsung ke 23 lokasi Pilwana. Kehadiran pemerintah daerah ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap tahapan, mulai dari distribusi logistik, proses pemungutan suara, hingga penghitungan nantinya, berjalan sesuai dengan koridor aturan yang berlaku dan meminimalisir potensi kendala di lapangan.

Di Nagari Muaro Paneh, salah satu titik pantau utama, tim monitoring dipimpin langsung oleh Asisten II Pemkab Solok, Jefrizal, didampingi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Susi Sofianti Saidani. Peninjauan ini difokuskan pada kedisiplinan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dalam melayani warga yang memberikan hak suaranya serta memastikan protokol keamanan terjaga dengan baik.

Dalam arahannya, Asisten II Pemkab Solok, Jefrizal, menegaskan bahwa Pilwana bukan sekadar seremonial pemilihan pemimpin, melainkan sebuah momentum krusial bagi masyarakat untuk menentukan nasib nagarinya selama periode kepemimpinan ke depan. Menurutnya, sosok wali nagari terpilih nantinya memikul tanggung jawab besar dalam mengelola dana desa, memberdayakan ekonomi lokal, serta menjadi garda terdepan dalam pelayanan publik.

"Yang paling utama adalah bagaimana seluruh rangkaian tahapan Pilwana ini berlangsung dengan aman, tertib, dan demokratis. Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab. Selain itu, menjaga suasana kondusif selama dan pasca-pemilihan adalah kewajiban kita bersama agar transisi kepemimpinan berjalan harmonis," ujar Jefrizal di sela-sela peninjauannya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Solok, Susi Sofianti Saidani, menyoroti aspek transparansi dan keakuratan informasi. Ia menekankan bahwa di era digital saat ini, penyebaran hoaks atau informasi yang menyesatkan dapat memicu gesekan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, Susi mengajak masyarakat untuk tetap kritis dan hanya merujuk pada kanal informasi resmi yang disediakan oleh panitia maupun pemerintah kabupaten agar proses demokrasi ini tidak ternoda oleh fitnah atau berita bohong.

Partisipasi masyarakat dalam Pilwana kali ini memang menjadi tolok ukur kedewasaan berdemokrasi di tingkat nagari. Mengingat nagari di Sumatera Barat memiliki otonomi khusus dalam tata kelola adat dan pemerintahan, sosok wali nagari diharapkan mampu memadukan kearifan lokal dengan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Wali nagari yang terpilih diharapkan tidak hanya sekadar menjadi pemimpin administratif, tetapi juga menjadi tokoh pemersatu masyarakat yang mampu merangkul berbagai elemen.

Pemerintah Kabupaten Solok memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. Kesuksesan penyelenggaraan Pilwana ini adalah hasil sinergi dari P2WN, jajaran pemerintah nagari, aparat keamanan (TNI-Polri) yang menjaga stabilitas wilayah, serta tokoh-tokoh masyarakat yang turut mengimbau warga untuk berpartisipasi. Tanpa koordinasi yang baik dari semua pihak, mustahil proses pemilihan di 23 lokasi berbeda ini dapat berlangsung secara serentak dengan lancar.

Pentingnya Pilwana serentak juga terletak pada efisiensi waktu dan sumber daya. Dengan menggabungkan pelaksanaan di berbagai nagari, pemerintah daerah dapat melakukan pengawasan yang lebih terpusat dan sistematis. Hal ini juga menjadi ajang evaluasi bagi Pemkab Solok dalam memetakan kebutuhan pembangunan di tiap nagari, karena aspirasi yang muncul selama masa kampanye Pilwana mencerminkan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

Ke depan, tantangan bagi wali nagari yang baru terpilih akan semakin kompleks. Mereka harus mampu menjawab tantangan digitalisasi desa, pengembangan UMKM nagari, serta menjaga kelestarian adat dan budaya di tengah arus modernisasi. Program-program kerja yang ditawarkan para calon selama masa kampanye harus segera diintegrasikan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nagari (RPJMNag) setelah mereka resmi dilantik.

Secara keseluruhan, pelaksanaan Pilwana di 23 nagari di Kabupaten Solok pada Rabu ini menjadi potret keberhasilan konsolidasi demokrasi di tingkat lokal. Masyarakat telah menunjukkan kedewasaannya dengan menyalurkan hak suara secara damai. Harapannya, hasil dari Pilwana ini akan melahirkan pemimpin-pemimpin inovatif yang mampu membawa Kabupaten Solok menuju arah yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat nagari. Dengan terpilihnya wali nagari yang baru, diharapkan pula sinergi antara pemerintah nagari dengan pemerintah daerah akan semakin kuat dalam mewujudkan program-program unggulan demi kesejahteraan masyarakat luas di Kabupaten Solok.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *