Langsung ke konten
Portal Berita Terpercaya Indonesia Friday, 16 October 2026
Umum

Kecelakaan Tunggal di Kelok Awas Pessel, Penumpang Truk Tangki Terjepit

Oleh · 16 Sep 2026, 18:06 · 5 menit baca

Kecelakaan Tunggal di Kelok Awas Pessel, Penumpang Truk Tangki Terjepit

Sebuah insiden kecelakaan lalu lintas tunggal yang melibatkan satu unit truk tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) jenis solar terjadi di kawasan rawan kecelakaan, Kelok Awas, Kampung Rimbo Panjang, Nagari Tigo Sungai Inderapura, Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (16/9/2026) dini hari tersebut menyebabkan seorang penumpang truk mengalami luka-luka dan sempat terjepit di dalam kabin kendaraan yang ringsek.

Korban yang terjepit di dalam kabin diketahui bernama Aulia (36), seorang warga yang berdomisili di Perumahan Cindaki, Kecamatan Bungus, Kota Padang. Kejadian nahas ini berlangsung saat kondisi lalu lintas di jalan lintas nasional tersebut sedang sepi, yakni sekitar pukul 01.45 WIB. Truk tangki Pertamina dengan nomor polisi BA 9798 QO tersebut diketahui sedang dalam perjalanan membawa muatan solar yang ditujukan untuk salah satu SPBU di wilayah Tapan.

Kapolres Pesisir Selatan, AKBP Ricky Ricardo, melalui Kapolsek Pancung Soal, AKP Hendra, memberikan konfirmasi resmi mengenai musibah tersebut. Pihaknya menyatakan bahwa tim kepolisian segera dikerahkan ke lokasi kejadian sesaat setelah menerima laporan dari masyarakat setempat. Dalam keterangannya, AKP Hendra menjelaskan kronologi evakuasi korban yang berlangsung dramatis karena posisi tubuh korban yang terhimpit bagian kabin yang mengalami kerusakan parah akibat benturan keras saat truk terguling.

Menurut keterangan pihak kepolisian, truk tangki tersebut dikemudikan oleh sopir bernama Megy Setiawan Bhakti. Sebelum kejadian, kendaraan melaju dari arah Kota Padang menuju Tapan dengan kecepatan sedang. Namun, setibanya di tikungan tajam Kelok Awas yang dikenal memiliki medan jalan berkelok dan menanjak, sopir diduga kehilangan kendali atas kendaraannya. Truk tiba-tiba oleng ke arah kanan jalan, keluar dari jalur aspal, hingga akhirnya masuk ke dalam parit di sisi jalan dan terbalik.

Dampak dari benturan tersebut membuat bagian depan kabin truk mengalami kerusakan cukup berat. Sang sopir, Megy Setiawan Bhakti, beruntung masih bisa menyelamatkan diri melalui kaca depan yang pecah akibat hantaman saat kendaraan terguling. Namun, nasib berbeda dialami oleh Aulia yang duduk di samping sopir. Akibat posisi duduknya dan deformasi kabin, Aulia terjepit dan tidak bisa keluar dengan sendirinya, sehingga memerlukan bantuan ekstra dari warga dan aparat kepolisian.

Proses evakuasi korban menjadi perhatian serius karena keterbatasan alat di lokasi kejadian. Personel Polsek Pancung Soal yang tiba di lokasi segera berkoordinasi dengan warga untuk melakukan upaya penyelamatan manual. Mengingat posisi korban yang terjepit cukup dalam dan kondisi bodi truk yang berat, pihak kepolisian akhirnya mengambil langkah cepat dengan meminta bantuan alat berat jenis jonder milik PT Sadewa yang kebetulan berada di sekitar lokasi.

Penggunaan alat berat ini menjadi kunci krusial dalam keberhasilan penyelamatan. Petugas dengan hati-hati menarik bagian kabin yang menghimpit tubuh korban agar tidak menimbulkan cedera lebih lanjut. Setelah berjuang selama beberapa waktu, tim evakuasi akhirnya berhasil mengeluarkan Aulia dari dalam kabin dalam kondisi selamat, meski mengalami sejumlah luka dan syok akibat kecelakaan tersebut. Korban kemudian segera dilarikan ke RSUD Tapan untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Kawasan Kelok Awas di Kecamatan Pancung Soal, Pesisir Selatan, memang dikenal oleh para pengemudi sebagai jalur yang cukup menantang. Jalan lintas Padang-Bengkulu ini memiliki karakteristik geografis yang terdiri dari tikungan tajam, tanjakan, dan turunan yang cukup ekstrem. Faktor kelelahan pengemudi, kondisi kendaraan, hingga kondisi cuaca di malam hari sering kali menjadi pemicu utama kecelakaan tunggal di jalur ini.

Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengendara, khususnya pengemudi kendaraan berat seperti truk tangki BBM, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur Pesisir Selatan. Mengingat muatan yang dibawa adalah bahan berbahaya dan mudah terbakar, disiplin dalam berkendara serta pengecekan kondisi teknis kendaraan sebelum berangkat menjadi syarat mutlak untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Selain itu, pihak kepolisian juga mengingatkan pentingnya manajemen waktu perjalanan bagi sopir angkutan logistik. Berkendara pada waktu dini hari memiliki risiko yang lebih tinggi akibat penurunan konsentrasi dan minimnya penerangan di sepanjang jalan. Kasus kecelakaan ini menjadi pengingat bagi pihak perusahaan transportasi maupun pengemudi untuk memastikan kondisi fisik sopir dalam keadaan prima sebelum menempuh perjalanan jauh.

Hingga berita ini diturunkan, truk tangki tersebut masih dalam proses penanganan oleh pihak berwenang untuk dievakuasi sepenuhnya dari dalam parit. Pihak Satlantas Polres Pesisir Selatan juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mendalami penyebab pasti hilangnya kendali pada truk tersebut. Apakah murni karena faktor teknis kendaraan, kondisi jalan yang licin, atau adanya unsur kelelahan manusia, akan segera dianalisis lebih lanjut melalui pemeriksaan saksi-saksi dan bukti fisik yang ditemukan di lapangan.

Kondisi korban, Aulia, saat ini dikabarkan sedang menjalani perawatan di RSUD Tapan. Pihak rumah sakit terus memantau perkembangan kesehatan korban untuk memastikan tidak ada cedera internal yang serius akibat insiden terjepit tersebut. Sementara itu, sopir truk, Megy Setiawan Bhakti, telah dimintai keterangan oleh penyidik untuk melengkapi laporan kronologi kejadian.

Kejadian di Kelok Awas ini juga memicu simpati warga sekitar yang sigap membantu aparat dalam proses evakuasi. Gotong royong antara masyarakat, pihak perusahaan yang meminjamkan alat berat, dan kepolisian sangat membantu mempercepat proses pertolongan. Hal ini menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi di tengah situasi darurat di wilayah tersebut.

Bagi pengguna jalan yang melintas di kawasan ini, diimbau untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menjaga jarak aman, dan tidak memaksakan diri berkendara jika merasa lelah atau mengantuk. Jalur lintas barat Sumatera memang memiliki dinamika arus lalu lintas yang padat, namun keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Kasus kecelakaan tunggal ini kini sepenuhnya ditangani oleh unit laka lantas Polres Pesisir Selatan untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pihak kepolisian juga berharap agar pihak Pertamina dapat melakukan evaluasi terhadap prosedur keamanan perjalanan armada pengangkut BBM untuk meminimalisir risiko di masa depan.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *