Langsung ke konten
Portal Berita Terpercaya Indonesia Friday, 16 October 2026
Umum

Cegah Hoaks, Pemko Padang Dorong Sekolah Sampaikan Informasi yang Akurat

Oleh · 23 Sep 2026, 18:06 · 5 menit baca

Cegah Hoaks, Pemko Padang Dorong Sekolah Sampaikan Informasi yang Akurat

Pemerintah Kota (Pemko) Padang secara intensif mendorong satuan pendidikan, khususnya SMP baik negeri maupun swasta, untuk memperkuat tata kelola keterbukaan informasi publik. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan sekaligus menjadi benteng utama dalam menangkal penyebaran hoaks atau informasi palsu yang kerap meresahkan masyarakat di era digital. Kebijakan ini dikukuhkan melalui agenda Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik di Lingkungan Kota Padang Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Abu Bakar Ja’ar, Balai Kota Padang, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan krusial tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi Pemko Padang, di antaranya Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan Setdako Padang, Syahrial Kamat, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Padang, Syafriadi, serta Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik Diskominfo Kota Padang, Suryani. Para peserta yang hadir terdiri dari perwakilan guru serta kepala sekolah SMP negeri dan swasta se-Kota Padang, yang dipandang sebagai garda terdepan dalam penyampaian informasi di lingkungan pendidikan.

Syahrial Kamat dalam arahannya menegaskan bahwa di era disrupsi informasi saat ini, keterbukaan informasi publik bukan lagi sekadar kewajiban administratif, melainkan kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, teknologi yang berkembang pesat membawa dua sisi mata uang yang berbeda; di satu sisi memudahkan akses informasi, namun di sisi lain menjadi celah bagi penyebaran hoaks yang masif. Pemerintah, menurut Syahrial, harus hadir sebagai sumber informasi yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan agar masyarakat tidak terjebak pada narasi yang keliru.

"Sosialisasi ini sangat vital karena arus informasi saat ini bergerak tanpa jeda. Masyarakat menuntut kecepatan, namun kita harus memastikan bahwa apa yang disampaikan adalah kebenaran. Sekolah sebagai badan publik harus mampu membedakan mana informasi yang harus terbuka untuk umum dan mana yang bersifat rahasia atau dikecualikan sesuai dengan regulasi yang berlaku," ujar Syahrial.

Penekanan pada pemahaman regulasi ini menjadi sangat penting karena sekolah merupakan institusi yang berinteraksi langsung dengan orang tua murid dan masyarakat luas. Informasi mengenai kebijakan pendidikan, program sekolah, hingga transparansi anggaran harus dikelola dengan manajemen komunikasi yang profesional. Hal ini sejalan dengan spirit "Padang Amanah", program unggulan Pemko Padang yang menekankan pada tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan dapat dipercaya oleh publik.

Lebih jauh, dalam sosialisasi tersebut dijelaskan bahwa keterbukaan informasi menuntut dua kompetensi utama dari setiap pengelola informasi di sekolah, yakni hardskill dan softskill. Hardskill mencakup penguasaan teknologi, kemampuan mengelola kanal media sosial sekolah, serta teknik pengemasan data agar mudah dipahami. Sementara softskill berkaitan dengan kemampuan berkomunikasi yang santun dan responsif, sehingga pesan yang disampaikan kepada masyarakat dapat diterima secara utuh tanpa menimbulkan kesalahpahaman.

Pentingnya langkah ini didasari oleh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Undang-undang tersebut mengamanatkan agar setiap badan publik wajib memberikan informasi yang cepat, tepat, dan mudah diakses. Bagi Pemko Padang, tantangan ini dijawab dengan mengoptimalkan peran Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Hingga September 2026, tercatat sudah ada 18.072 data informasi yang tersedia di portal PPID Kota Padang. Angka ini diharapkan terus melonjak seiring dengan partisipasi aktif sekolah dalam menyuplai data resmi.

Sekretaris Diskominfo Kota Padang, Syafriadi, menambahkan bahwa masyarakat saat ini semakin kritis dan cerdas dalam memilah informasi. Jika sekolah tidak mampu menyediakan informasi yang akurat secara mandiri, maka ruang kosong tersebut akan diisi oleh informasi yang belum tentu benar. Oleh karena itu, penguatan kanal digital sekolah menjadi keharusan. Setiap sekolah diimbau untuk memiliki media informasi resmi yang dikelola oleh tim khusus agar setiap pertanyaan masyarakat dapat dijawab dengan prosedur yang benar.

Selain itu, sosialisasi ini juga membahas mengenai batasan informasi yang boleh dipublikasikan. Tidak semua data sekolah bisa dibuka secara luas, terutama yang menyangkut privasi peserta didik atau data rahasia negara. Penyelarasan pemahaman ini bertujuan agar para kepala sekolah tidak merasa khawatir untuk bersikap transparan, namun tetap berada dalam koridor hukum yang aman. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan di Kota Padang akan semakin meningkat.

Pemko Padang optimistis bahwa dengan penguatan literasi informasi di lingkungan sekolah, dampak negatif dari hoaks dapat diminimalisir secara signifikan. Informasi yang benar, yang disampaikan melalui kanal-kanal resmi, akan menjadi penangkal paling efektif. Program ini bukan hanya soal pemenuhan dokumen, tetapi tentang membangun ekosistem komunikasi yang sehat, di mana pemerintah, guru, orang tua, dan murid bersinergi dalam bingkai transparansi.

Ke depan, Pemko Padang berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan kepada seluruh satuan pendidikan. Diharapkan, sekolah tidak lagi menjadi lembaga yang tertutup, melainkan menjadi pusat informasi yang terbuka dan informatif bagi masyarakat. Melalui implementasi yang berkelanjutan, diharapkan setiap informasi dari sekolah di Kota Padang dapat menjadi rujukan utama bagi masyarakat, yang pada akhirnya akan mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan terpercaya.

Dengan demikian, sinergi antara kebijakan Pemko Padang dan kesiapan satuan pendidikan akan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan masyarakat Kota Padang yang cerdas informasi dan tahan terhadap gempuran disinformasi yang kian merajalela. Upaya ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang lebih melek literasi digital, sekaligus memperkokoh martabat dunia pendidikan di Kota Padang di mata publik nasional maupun internasional.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *