Langsung ke konten
Portal Berita Terpercaya Indonesia Saturday, 17 October 2026
Umum

Program SGI, 3 Mahasiswa Kota Solok Dikirim Kuliah serta Magang di Cina dan Taiwan

Oleh · 15 Sep 2026, 18:06 · 6 menit baca

Program SGI, 3 Mahasiswa Kota Solok Dikirim Kuliah serta Magang di Cina dan Taiwan

Peluang emas bagi generasi muda Kota Solok untuk menembus batas pendidikan global kini semakin terbuka lebar seiring dengan diresmikannya keberangkatan tiga putra-putri daerah melalui program "Solok Go International" (SGI). Inisiatif strategis yang lahir dari kolaborasi antara Pemerintah Kota Solok dan PT Step International Services ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing internasional. Program ini tidak hanya sekadar mengirim mahasiswa ke luar negeri, tetapi juga memberikan jembatan nyata bagi mereka untuk menimba ilmu sekaligus merasakan langsung atmosfer dunia kerja global di Tiongkok dan Taiwan.

Ketiga mahasiswa yang terpilih untuk mengemban misi pendidikan dan pengembangan diri tersebut adalah Alethia Raushan Fikra, Usra Alfauzani Akbarul, dan M. Fadri. Masing-masing memiliki fokus pengembangan yang spesifik sesuai dengan kebutuhan industri masa depan. Alethia Raushan Fikra dan Usra Alfauzani Akbarul dijadwalkan untuk menempuh studi sarjana di Guilin University of Electronic Technology, Tiongkok, dengan konsentrasi pada bidang Rekayasa Teknologi. Pilihan jurusan ini sangat strategis mengingat perkembangan teknologi global yang pesat membutuhkan tenaga ahli yang mampu menguasai sistem elektronik dan rekayasa canggih. Sementara itu, M. Fadri akan menjalani skema yang berbeda, yakni program magang profesional selama satu tahun di Taiwan, yang dirancang untuk memberikan pengalaman kerja praktis di lingkungan industri manufaktur atau teknologi maju yang menjadi keunggulan negara tersebut.

Prosesi pelepasan ketiga mahasiswa tersebut dilakukan secara resmi oleh Wali Kota Solok, Dr. Ramadhani Kirana Putra, pada Selasa (15/9/2026). Dalam sambutannya, Wali Kota memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Step International Services yang telah menjadi mitra strategis dalam merealisasikan visi besar Kota Solok. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berhenti pada satu titik program saja, melainkan terus berupaya mencari celah kerja sama yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas. Kehadiran Direktur Operasional PT Step International Services, Agandha Armen, dalam acara tersebut menunjukkan komitmen kuat dari pihak swasta untuk turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui jalur beasiswa dan kemitraan pendidikan lintas negara.

Wali Kota Ramadhani Kirana Putra mengungkapkan bahwa kerja sama dengan PT Step International Services ini merupakan tonggak sejarah ketiga dalam rangkaian program beasiswa internasional yang digagas oleh Pemerintah Kota Solok. Sebelumnya, Pemerintah Kota Solok telah berhasil mengirimkan putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan di berbagai pusat peradaban dunia, termasuk program beasiswa ke Timur Tengah, kerja sama pendidikan dengan institusi di Arizona, Amerika Serikat, hingga kemitraan strategis dengan Sampoerna University. Upaya sistematis ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Solok tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga melakukan investasi besar-besaran pada pembangunan karakter dan kapasitas intelektual generasi muda.

Menurut Wali Kota, langkah ini adalah jawaban atas tantangan globalisasi di mana setiap pemuda harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dengan mengirim mahasiswa ke Tiongkok dan Taiwan, pemerintah tidak hanya membekali mereka dengan ijazah, tetapi juga dengan jaringan internasional, penguasaan bahasa asing, serta etos kerja yang disiplin. Pengalaman hidup di negara maju akan membentuk cara pandang (mindset) yang lebih luas, yang nantinya diharapkan dapat dibawa pulang untuk membangun Kota Solok agar lebih maju dan modern.

Di sisi lain, Direktur Operasional PT Step International Services, Agandha Armen, memaparkan secara rinci mengenai mekanisme keberangkatan mahasiswa kali ini. Terdapat dua skema utama yang ditawarkan dalam program SGI, yakni skema half-funded bagi mahasiswa yang menuju Tiongkok, di mana biaya pendidikan disubsidi oleh universitas dan pemerintah, serta program magang terstruktur ke Taiwan yang menitikberatkan pada pengalaman praktis. Agandha menjelaskan bahwa pemilihan universitas dan lokasi magang telah melalui proses kurasi yang ketat untuk memastikan bahwa mahasiswa mendapatkan akses pendidikan berkualitas tinggi.

Agandha juga memberikan angin segar bagi para pemuda Kota Solok lainnya dengan menyatakan bahwa program SGI ke depan akan dirancang lebih inklusif. Ia berkomitmen bahwa pada tahun-tahun berikutnya, cakupan program akan diperluas agar lebih banyak warga Kota Solok, dari berbagai latar belakang, memiliki kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan tinggi di luar negeri. Sinergi antara pemerintah daerah dan pihak swasta seperti PT Step International Services diharapkan menjadi model bagi daerah lain di Indonesia dalam mengelola program beasiswa yang berkelanjutan.

Pendidikan di Tiongkok, khususnya di Guilin University of Electronic Technology, menawarkan keunggulan dalam bidang teknologi yang saat ini sangat relevan dengan kebutuhan industri digital. Para mahasiswa akan berinteraksi dengan kurikulum berbasis praktik yang ketat, sehingga ketika mereka lulus, mereka tidak hanya memiliki teori, tetapi juga kemampuan teknis yang siap diaplikasikan di dunia kerja. Demikian pula dengan program magang di Taiwan, yang dikenal sebagai salah satu pusat industri teknologi semikonduktor dan manufaktur terdepan di dunia. Pengalaman selama satu tahun di sana akan menjadi nilai tambah yang sangat berharga dalam riwayat hidup (curriculum vitae) para mahasiswa tersebut.

Keberhasilan program SGI ini tidak terlepas dari dukungan penuh jajaran Dinas Pendidikan Kota Solok yang bekerja keras melakukan sosialisasi dan seleksi terhadap kandidat-kandidat terbaik. Proses seleksi yang transparan memastikan bahwa mereka yang diberangkatkan adalah individu yang memiliki dedikasi tinggi, kemampuan akademik yang mumpuni, serta mental yang kuat untuk beradaptasi dengan budaya baru di luar negeri. Ini adalah investasi jangka panjang. Ketika para mahasiswa ini kembali ke tanah air, mereka akan menjadi aset berharga bagi Kota Solok, membawa ilmu, pengalaman, dan jejaring yang dapat memicu pertumbuhan ekonomi dan inovasi di tingkat lokal.

Melihat antusiasme dan dampak positif yang dihasilkan, program "Solok Go International" bukan sekadar seremoni keberangkatan, melainkan sebuah gerakan kultural untuk mengubah persepsi generasi muda tentang masa depan mereka. Banyak anak muda yang dulunya merasa pendidikan tinggi internasional adalah sesuatu yang mustahil, kini melihat bahwa dengan kerja keras dan dukungan pemerintah, impian tersebut bisa terwujud. Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa batasan geografis bukanlah penghalang bagi anak daerah untuk berkompetisi di panggung dunia.

Pemerintah Kota Solok menyadari sepenuhnya bahwa masa depan sebuah daerah ditentukan oleh kualitas manusianya. Dengan terus membangun kemitraan internasional, Kota Solok sedang memposisikan dirinya sebagai daerah yang progresif dan berorientasi pada kemajuan global. Ke depannya, diharapkan model kerja sama seperti ini dapat direplikasi di berbagai sektor lainnya, bukan hanya pendidikan, tetapi juga pelatihan kejuruan, pertukaran budaya, dan kolaborasi riset.

Bagi Alethia, Usra, dan Fadri, perjalanan ini merupakan awal dari babak baru dalam kehidupan mereka. Tantangan bahasa, adaptasi budaya, dan beban akademik yang tinggi di luar negeri tentu menanti. Namun, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Solok dan PT Step International Services, mereka diharapkan dapat melalui masa pendidikan dan magang dengan hasil yang gemilang. Keberhasilan mereka nantinya akan menjadi inspirasi bagi ribuan siswa lainnya di Kota Solok untuk terus berani bermimpi besar dan mengejar pendidikan setinggi mungkin.

Sebagai penutup, program SGI ini adalah potret keberhasilan sinergi lintas sektor. Pemerintah Kota Solok telah menunjukkan bahwa dengan kepemimpinan yang visioner, akses pendidikan global bukan lagi hal yang eksklusif bagi kalangan tertentu, melainkan hak yang bisa diperjuangkan bagi putra-putri daerah yang berprestasi. Program ini pun menjadi pengingat bagi kita semua bahwa investasi terbaik bagi sebuah bangsa adalah investasi pada generasi mudanya. Dengan berbekal pendidikan dari negara-negara maju, masa depan Kota Solok dipastikan akan berada di tangan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki wawasan yang mendunia. Perjalanan panjang dari Kota Solok menuju Tiongkok dan Taiwan ini adalah langkah awal menuju Indonesia yang lebih kompetitif di kancah internasional.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *