Langsung ke konten
Portal Berita Terpercaya Indonesia Saturday, 17 October 2026
Umum

KONI dan Seluruh Pengcab Pessel Kompak Minta Jadwal Porprov XVI Sumatera Barat Diundur

Oleh · 17 Sep 2026, 18:06 · 6 menit baca

KONI dan Seluruh Pengcab Pessel Kompak Minta Jadwal Porprov XVI Sumatera Barat Diundur

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat tahun 2026 yang sedianya akan dihelat pada 2 hingga 14 Oktober mendatang kini menghadapi dinamika baru. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), dengan dukungan penuh dari seluruh Pengurus Cabang Olahraga (Pengcab) di daerah tersebut, secara resmi mengusulkan agar jadwal pelaksanaan ajang olahraga bergengsi tingkat provinsi ini diundur. Permintaan ini mencuat sebagai respons atas urgensi kesiapan kontingen yang dinilai masih memerlukan waktu lebih panjang agar performa atlet dan manajemen tim dapat berjalan maksimal.

Kesepakatan untuk mengajukan penundaan tersebut lahir dalam sebuah rapat koordinasi strategis yang digelar di Painan. Rapat ini menjadi forum krusial bagi para pemangku kepentingan olahraga di Pesisir Selatan untuk membedah tantangan teknis dan administratif yang dihadapi menjelang pesta olahraga empat tahunan tersebut. Selain jajaran pengurus KONI Pessel yang dipimpin langsung oleh Ketua KONI Pessel, M. Adli, rapat tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Pesisir Selatan, Ronald Bernando, perwakilan Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD), serta seluruh ketua Pengcab yang menaungi berbagai cabang olahraga di daerah berjuluk "Negeri Sejuta Pesona" ini.

Dalam keterangannya, M. Adli menegaskan bahwa keinginan untuk mengundur jadwal menjadi 1 hingga 12 Desember 2026 bukanlah bentuk penolakan terhadap gelaran Porprov. Sebaliknya, hal ini justru merupakan upaya preventif agar kontingen Pesisir Selatan tidak sekadar menjadi peserta, melainkan mampu bersaing secara kompetitif dan meraih prestasi maksimal. Adli menjelaskan bahwa durasi waktu menuju Oktober dianggap terlalu mepet untuk merampungkan serangkaian persiapan yang kompleks. Persiapan yang dimaksud mencakup detail teknis yang tidak bisa dipandang sebelah mata, seperti pematangan skema latihan atlet, pemenuhan administrasi keikutsertaan, penyediaan perlengkapan tanding yang memadai, hingga koordinasi mendalam antara pelatih dan ofisial.

"Kami menegaskan komitmen penuh untuk menyukseskan Porprov XVI. Namun, kami memohon pengertian dari pihak provinsi untuk mempertimbangkan penyesuaian jadwal. Tambahan waktu hingga Desember sangat krusial bagi kami untuk menuntaskan aspek teknis dan manajerial agar kontingen Pessel benar-benar siap berlaga tanpa kendala berarti," ujar Adli saat dikonfirmasi usai rapat koordinasi.

Lebih lanjut, Adli menekankan bahwa keputusan untuk mengajukan permohonan pengunduran jadwal ini merupakan suara bulat dari seluruh elemen olahraga di Pesisir Selatan. Keabsahan aspirasi ini dibuktikan dengan adanya tanda tangan resmi dari para pimpinan Pengcab dalam dokumen hasil rapat koordinasi. Hal ini sekaligus menepis anggapan bahwa wacana penundaan tersebut hanyalah inisiatif segelintir pengurus di tingkat kabupaten. Dengan kesatuan suara ini, KONI Pessel berharap pemerintah provinsi dan panitia penyelenggara tingkat provinsi dapat meninjau kembali jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya.

Sebelum mengambil langkah koordinasi dengan seluruh Pengcab, pengurus KONI Pessel telah terlebih dahulu melakukan audiensi dengan Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni. Dalam pertemuan tersebut, bupati memberikan ruang keleluasaan bagi insan olahraga untuk menentukan langkah terbaik bagi daerah. Hendrajoni secara tegas menyatakan tidak akan melakukan intervensi terhadap keputusan teknis yang diambil oleh KONI maupun pengurus cabang olahraga. Menurut Adli, sikap bupati ini sangat diapresiasi karena menunjukkan kepercayaan penuh kepada para praktisi olahraga dalam mengelola kontingen secara profesional.

"Pak Bupati sangat mendukung penuh atlet kita. Beliau memberikan ruang bagi kami untuk berdiskusi dan mengambil opsi terbaik bagi kemajuan olahraga Pessel. Tidak ada intervensi, beliau justru mendorong kami untuk mengedepankan kepentingan atlet dan prestasi daerah," tambah Adli.

Dari sisi pendanaan, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan telah menunjukkan komitmen serius. Kepala Disparbudpora Pessel, Ronald Bernando, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah mengalokasikan dana sebesar Rp2,185 miliar melalui APBD Perubahan tahun 2026. Anggaran ini disiapkan khusus untuk membiayai segala kebutuhan kontingen selama mengikuti Porprov XVI. Ronald menegaskan bahwa dana tersebut adalah bukti nyata bahwa kendala yang dihadapi KONI saat ini bukanlah masalah ketiadaan anggaran, melainkan murni masalah manajemen waktu dan kesiapan teknis di lapangan.

"Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mendukung atlet-atlet kita. Dana Rp2,185 miliar sudah tersedia di APBD Perubahan 2026. Fokus kita sekarang adalah bagaimana anggaran ini dapat diserap secara optimal, tertib administrasi, dan sesuai dengan regulasi keuangan daerah yang berlaku," jelas Ronald. Ia juga mengingatkan agar setiap penggunaan dana harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, mengingat standar pengelolaan keuangan di tingkat daerah semakin ketat.

Meskipun dukungan anggaran telah dipastikan, tantangan administratif dalam pencairan dan realisasi dana tersebut tetap memerlukan waktu. Inilah yang menjadi salah satu pertimbangan utama mengapa jadwal Oktober dianggap terlalu berisiko. Dengan waktu yang lebih panjang hingga Desember, pihak pengurus cabang olahraga dapat lebih leluasa dalam mengelola proses pengadaan perlengkapan tanding dan pelatihan tanpa harus terburu-buru yang berpotensi menimbulkan kesalahan administratif.

Usulan pengunduran jadwal ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi Gubernur Sumatera Barat beserta jajaran KONI Sumatera Barat sebagai penyelenggara utama. Pihak Pesisir Selatan berharap ada kebijakan yang akomodatif untuk memastikan Porprov XVI dapat diikuti oleh seluruh kabupaten dan kota dengan persiapan yang setara dan matang. Bagi Pessel, Porprov XVI bukan hanya sekadar ajang unjuk gigi, melainkan momentum untuk memetakan potensi atlet masa depan yang akan mewakili Sumatera Barat di ajang nasional seperti PON.

Secara teknis, penundaan hingga Desember juga dinilai lebih menguntungkan bagi kondisi fisik atlet. Dengan waktu tambahan dua bulan, pelatih memiliki ruang untuk melakukan pemusatan latihan (TC) yang lebih intensif, serta memberikan waktu bagi atlet untuk memulihkan diri dari cedera ringan atau melakukan penyempurnaan teknik tanding. Selain itu, sinkronisasi jadwal ini diharapkan dapat menghindari benturan dengan agenda daerah lainnya yang mungkin berlangsung di bulan Oktober, sehingga konsentrasi pemerintah dan masyarakat bisa tercurah sepenuhnya untuk mendukung suksesnya kontingen.

KONI Pesisir Selatan optimistis bahwa permohonan ini akan mendapatkan respons positif. Mereka berkomitmen untuk tetap melakukan persiapan intensif sembari menunggu keputusan resmi dari pihak provinsi. Seluruh Pengcab kini tengah diinstruksikan untuk menyusun kembali program latihan dan mendata kebutuhan mendesak agar begitu jadwal yang diinginkan disetujui, kontingen Pessel sudah berada dalam kondisi siap tempur.

Ke depannya, KONI Pessel berencana untuk terus melakukan komunikasi intensif dengan KONI Provinsi Sumatera Barat guna memastikan setiap kendala di tingkat daerah mendapatkan solusi yang tepat. Sinergi antara pemerintah daerah, KONI, dan seluruh cabang olahraga di Pesisir Selatan menjadi modal kuat bagi daerah tersebut untuk meningkatkan peringkat dan prestasi di kancah olahraga provinsi.

Sebagai penutup, langkah yang diambil oleh KONI Pesisir Selatan ini mencerminkan kedewasaan organisasi dalam menghadapi tantangan. Mengutamakan kualitas persiapan daripada memaksakan kehendak jadwal menunjukkan bahwa orientasi utama mereka adalah prestasi. Dengan dukungan anggaran yang telah tersedia dan manajemen waktu yang lebih baik melalui usulan penundaan ini, diharapkan Pesisir Selatan dapat memberikan kejutan positif dan menorehkan tinta emas pada perhelatan Porprov XVI mendatang, membawa nama harum daerah di tingkat Sumatera Barat. Seluruh masyarakat Pesisir Selatan pun kini menanti keputusan final, sembari terus memberikan doa dan dukungan bagi para atlet yang tengah berjuang mempersiapkan diri demi kejayaan olahraga daerah.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *