Langsung ke konten
Portal Berita Terpercaya Indonesia Saturday, 17 October 2026
Umum

Wisuda ke-72 PNP: 193 Wisudawan Sudah Bekerja Sebelum Diwisuda

Oleh · 26 Sep 2026, 18:06 · 5 menit baca

Wisuda ke-72 PNP: 193 Wisudawan Sudah Bekerja Sebelum Diwisuda

Politeknik Negeri Padang (PNP) kembali menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan vokasi terdepan di Sumatera Barat dengan sukses menggelar prosesi Wisuda ke-72 pada Sabtu (26/9/2026). Bertempat di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) PNP, acara khidmat ini diikuti oleh 1.695 wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan masa studi mereka. Kehadiran Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., dalam perhelatan ini memberikan warna tersendiri, sekaligus menyoroti betapa pentingnya link and match antara pendidikan tinggi vokasi dengan kebutuhan dunia industri global.

Dalam sambutannya, Direktur PNP, Revalin Herdianto, ST., M.Sc., Ph.D., menyampaikan kabar menggembirakan sekaligus menjadi bahan refleksi bagi civitas akademika. Sebanyak 193 orang wisudawan dilaporkan telah mendapatkan pekerjaan bahkan sebelum mereka secara resmi menyandang gelar kelulusan. Data ini menjadi bukti nyata bahwa kurikulum yang diterapkan PNP memiliki relevansi yang kuat dengan tuntutan pasar kerja saat ini.

Adapun rincian penyerapan lulusan tersebut tersebar di berbagai perusahaan strategis. Sebanyak 39 orang terserap di PT Liugong Machinery Manufacturing Indonesia, 18 orang berkiprah di lingkungan Kemendikdasmen Sumatera Barat, 10 orang di PT Team Metal Indonesia (TMI), serta 10 orang di PT Rakindo Utama. Yang tidak kalah membanggakan, terdapat enam wisudawan yang telah meniti karier di Hungaria dan satu orang di Republik Ceko. Capaian internasional ini membuktikan bahwa lulusan PNP memiliki daya saing yang diakui hingga ke mancanegara.

Namun, di balik angka-angka tersebut, Revalin Herdianto tetap bersikap kritis. Baginya, capaian ini belum menjadi titik akhir untuk berpuas diri. "Bagi sebuah politeknik, angka ini belum cukup menggembirakan. Masih belum mampu memenuhi ekspektasi para orang tua yang menitipkan putra-putri mereka di sini, dan belum memenuhi mandat yang dititipkan oleh Kemdiktisaintek kepada PNP. Masih ada pekerjaan rumah yang harus kami selesaikan," tegas Revalin di hadapan ribuan hadirin.

Pernyataan tersebut mencerminkan visi PNP yang ingin terus meningkatkan persentase ketercapaian lulusan dalam dunia kerja. Bagi Revalin, wisuda bukan sekadar seremoni pelepasan, melainkan awal dari pengabdian panjang bagi bangsa dan negara. Ia menekankan bahwa ijazah yang diterima para lulusan harus dipandang sebagai "paspor kompetensi" yang menuntut pemiliknya untuk terus beradaptasi dengan perubahan zaman yang dinamis.

Sejak berdiri pada tahun 1987, PNP telah melahirkan 34.050 alumni yang kini tersebar di berbagai sektor, mulai dari instansi pemerintah, BUMN, hingga perusahaan swasta berskala nasional maupun internasional. Revalin menekankan bahwa keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak lagi diukur dari berapa banyak orang yang diwisuda, melainkan sejauh mana kontribusi alumni tersebut terhadap masyarakat setelah mereka terjun ke dunia kerja.

Berdasarkan data tracer study lulusan tahun 2025 yang melibatkan 1.552 lulusan, sebanyak 1.011 alumni memberikan respons. Hasilnya, 677 orang (67 persen) telah bekerja, 27 persen berwirausaha, dan 3,4 persen memilih untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Rata-rata masa tunggu alumni untuk mendapatkan pekerjaan tercatat sangat efisien, yakni hanya 2,88 bulan. "Bagi PNP, satu orang alumni yang belum mendapatkan pekerjaan adalah satu orang yang harus terus kita dampingi," tambah Revalin.

Untuk mencapai target penyerapan yang lebih optimal, PNP saat ini tengah fokus membangun sebuah ekosistem pendidikan yang holistik. Ekosistem ini tidak hanya berfokus pada teori di ruang kelas, tetapi mengintegrasikan kompetensi teknis, pengalaman industri melalui magang, sertifikasi profesional, hingga pembangunan jejaring internasional. Langkah konkret yang diambil meliputi penguatan kurikulum berbasis project based learning, pelibatan dosen praktisi, dan sistem penjaminan mutu yang ketat.

Salah satu program unggulan yang menjadi motor penggerak internasionalisasi lulusan PNP adalah program 2+1 yang bekerja sama dengan LiuGong Machinery dan Liuzhou Polytechnic University di China. Program ini memungkinkan mahasiswa menempuh pendidikan selama dua tahun di China, mendapatkan pengalaman magang, dan memiliki peluang ikatan kerja langsung. Pada Batch 3 tahun 2026, tercatat 128 mahasiswa PNP telah mengikuti proses seleksi yang sangat kompetitif. Selain itu, skema joint degree 2+2 dengan mitra di Guangdong, China, juga menjadi jalur bagi mahasiswa untuk mendapatkan kualifikasi global.

Tak hanya di Asia, penetrasi pasar kerja juga diperluas ke Jepang. Pada tahun 2026, sebanyak 36 alumni telah dipersiapkan untuk bekerja sebagai engineer di bidang konstruksi melalui kolaborasi dengan B2B Success Jepang. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa PNP memiliki cakrawala karier yang tidak terbatas pada pasar lokal, tetapi juga pasar global yang menuntut standar kompetensi tinggi.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, PNP juga bertransformasi menjadi pusat pelatihan teknologi masa depan. Dengan kepemilikan infrastruktur komputasi NVIDIA DGX H100 yang memiliki kemampuan 32 petaflops, PNP berkomitmen mencetak tenaga kerja yang mahir dalam bidang Artificial Intelligence (AI). Fasilitas ini bukan sekadar pajangan laboratorium, melainkan pusat pengembangan AI Talent Factory yang bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital serta Google Indonesia.

Revalin berharap lulusan ke depan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi menjadi AI collaborator, innovator, creator, bahkan entrepreneur. Ia memberikan contoh bagaimana lulusan Teknik Mesin dapat menggunakan AI untuk predictive maintenance, lulusan Teknik Elektro untuk smart energy system, hingga lulusan bidang bisnis yang mampu merancang model bisnis baru berbasis kecerdasan buatan. Inilah masa depan pendidikan vokasi yang sesungguhnya.

Salah satu wisudawan, Muhammad Wifak Mendoza, mewakili rekan-rekannya, mengungkapkan rasa syukurnya. Keberhasilan mencapai gelar ini adalah hasil perjuangan panjang yang didukung oleh orang tua dan bimbingan dosen. Bagi Wifak, pesan Direktur PNP menjadi suntikan motivasi yang sangat berarti untuk menghadapi fase kehidupan yang lebih menantang.

Wisuda ke-72 ini bukan sekadar perayaan kelulusan, melainkan pengukuhan komitmen Politeknik Negeri Padang untuk terus berinovasi. Dengan memadukan pendidikan vokasi yang berkualitas, jaringan industri yang luas, dan pemanfaatan teknologi mutakhir, PNP bertekad untuk terus menjadi pilar utama dalam mencetak tenaga kerja profesional yang kompeten, berintegritas, dan mampu bersaing di kancah internasional. Setiap langkah yang diambil PNP adalah cerminan dari dedikasi untuk membangun masa depan bangsa melalui sumber daya manusia yang unggul dan siap kerja. Selamat kepada para wisudawan, selamat berkarya, dan jadilah kebanggaan bagi almamater serta bangsa Indonesia.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *