Langsung ke konten
Portal Berita Terpercaya Indonesia Saturday, 17 October 2026
Umum

Lazismu Dharmasraya Salurkan Bantuan Tunai bagi Korban Galodo Arosuka sebagai Bentuk Solidaritas Kemanusiaan

Oleh · 07 Oct 2026, 18:06 · 5 menit baca

Lazismu Dharmasraya Salurkan Bantuan Tunai bagi Korban Galodo Arosuka sebagai Bentuk Solidaritas Kemanusiaan

Bencana galodo yang melanda wilayah Arosuka, Kabupaten Solok, menyisakan duka mendalam bagi masyarakat setempat. Dampak kerusakan infrastruktur, rumah warga yang hanyut, hingga kehilangan harta benda memaksa ratusan jiwa harus mengungsi dan memulai hidup dari nol. Di tengah situasi sulit ini, semangat gotong royong dan solidaritas kemanusiaan terus mengalir dari berbagai penjuru, salah satunya datang dari Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Dharmasraya.

Pada Rabu (7/10/2026), rombongan pengurus Lazismu Dharmasraya yang dipimpin langsung oleh ketuanya, Isman, melakukan kunjungan ke lokasi terdampak bencana di Arosuka. Kedatangan mereka bukan sekadar silaturahmi, melainkan membawa amanah dari para donatur dan masyarakat Dharmasraya untuk membantu meringankan beban ekonomi para penyintas bencana yang saat ini tengah berjuang memulihkan kondisi kehidupan mereka.

Berbeda dengan penyaluran bantuan pada umumnya yang sering kali berupa paket sembako, kali ini Lazismu Dharmasraya memilih kebijakan untuk memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai. Isman menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kebutuhan mendesak para korban yang sangat bervariasi. Dengan bantuan tunai, masyarakat memiliki fleksibilitas untuk memenuhi kebutuhan pokok yang paling prioritas, baik itu untuk membeli perlengkapan dapur, obat-obatan, biaya sewa hunian sementara, maupun kebutuhan sekolah anak-anak yang mungkin sempat terabaikan akibat musibah.

Sebanyak 30 paket bantuan tunai dengan nominal masing-masing Rp200 ribu disalurkan kepada keluarga yang paling terdampak. Meski nominalnya tidak besar, namun kehadiran tim Lazismu Dharmasraya memberikan pesan moral yang kuat bahwa masyarakat korban galodo tidak sendirian dalam menghadapi ujian berat ini. Isman menegaskan bahwa aksi ini merupakan manifestasi dari nilai-nilai filantropi Islam yang diusung oleh Muhammadiyah, yakni kepedulian tanpa batas terhadap sesama yang sedang tertimpa musibah.

"Masyarakat korban bencana Galodo tidak sendiri. Kami hadir di sini sebagai perpanjangan tangan dari warga Dharmasraya dan warga Muhammadiyah untuk memberikan dukungan moril dan materil agar mereka bisa segera bangkit kembali dari keterpurukan. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kebutuhan yang paling mendesak di lapangan," ungkap Isman di sela-sela prosesi penyerahan bantuan.

Lebih lanjut, Isman menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para donatur yang telah mempercayakan amanah zakat, infaq, dan sedekah mereka kepada Lazismu Dharmasraya. Ia berharap bahwa kebaikan yang disalurkan oleh para donatur ini tidak hanya meringankan beban penerima manfaat, tetapi juga menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi para pemberi. Kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat yang transparan dan akuntabel menjadi kunci utama mengapa Lazismu dapat bergerak cepat saat dibutuhkan di lapangan.

Penyaluran bantuan ini juga mendapatkan apresiasi dari pihak setempat. Perwakilan masyarakat penerima bantuan mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Lazismu Dharmasraya. Bagi mereka, bantuan tersebut merupakan penyemangat di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu pasca-bencana. Sebagian warga saat ini memang masih dalam kondisi memprihatinkan, terpaksa mengungsi di rumah kerabat atau menyewa hunian sementara karena tempat tinggal mereka sebelumnya telah hancur tersapu banjir bandang dan material galodo.

Proses penyaluran bantuan ini berjalan dengan tertib dan terkoordinasi berkat kerja sama yang apik dengan pengurus lokal. Dalam pelaksanaannya, tim Lazismu Dharmasraya didampingi langsung oleh Ketua Lazismu Kabupaten Solok, Jefri Handa Putra, serta jajaran Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Solok. Kolaborasi lintas daerah ini menunjukkan soliditas organisasi Muhammadiyah dalam merespons bencana secara cepat dan tepat sasaran. Sinergi ini memastikan bahwa bantuan yang diberikan tidak tumpang tindih dan tepat mengenai sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

Situasi di Arosuka pasca-galodo memang masih membutuhkan perhatian jangka panjang. Selain bantuan tunai, pemulihan psikososial dan pembangunan kembali infrastruktur hunian menjadi tantangan besar yang harus dihadapi bersama. Lazismu, sebagai lembaga filantropi, berkomitmen untuk terus memantau perkembangan di lokasi bencana. Langkah ke depan tidak hanya terbatas pada bantuan darurat (emergency response), tetapi juga diarahkan pada program rehabilitasi dan rekonstruksi agar masyarakat dapat kembali hidup normal seperti sedia kala.

Kehadiran Lazismu Dharmasraya di Kabupaten Solok menjadi pengingat bahwa empati melintasi batas administratif daerah. Musibah yang menimpa satu wilayah adalah musibah bagi seluruh masyarakat. Dengan semangat "Memberi untuk Negeri", Lazismu terus berupaya menjadi pelopor dalam gerakan kemanusiaan di Sumatera Barat. Aksi ini sekaligus menjadi contoh bagaimana pengelolaan dana umat dapat dikelola secara produktif dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat yang sedang tertimpa musibah besar.

Bagi masyarakat yang ingin terus mendukung proses pemulihan pasca-galodo di Arosuka, pintu donasi masih tetap dibuka melalui jaringan Lazismu di berbagai wilayah. Setiap rupiah yang terkumpul dipastikan akan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan dengan prinsip amanah dan profesional. Harapannya, dengan dukungan yang terus mengalir, masyarakat Arosuka dapat melewati masa sulit ini dengan lebih tabah dan segera bangkit menata masa depan yang lebih baik.

Sebagai penutup, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai kemanusiaan masih tumbuh subur di tengah masyarakat. Keberadaan lembaga seperti Lazismu Dharmasraya menjadi katalisator bagi kebaikan-kebaikan kecil yang jika dikumpulkan akan menjadi kekuatan besar untuk memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana. Mari terus saling menguatkan, karena di balik setiap musibah, selalu ada hikmah dan kekuatan yang muncul dari kebersamaan dan kepedulian antar sesama manusia.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *